Kumpulan referensi ilmu akuntansi

Akuntansi Dalam Dunia Pendidikan

Sejalan dengan berkembangnya manajemen pendidikan, dalam lingkup pendidikan formal mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang menjadikan pengelolaan pendidikan lebih terarah dan lebih terkoordinasi baik dari segi penyelenggaraan, pendanaan, pengembangan, dan pengawasan. Ada satu hal yang sebetulnya sanagt penting dan mendasar  dalam suatu organisasi terkait dengan penyelenggaraan kelancaran jalannya pendidikan dan tercerminnya kinerja sumber daya yang ada dalam dunia pendidikan, yaitu akuntansi pendidikan. Oleh karena itu, dalam organisasi pendidikan, akuntansi diperlukan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan yang terkait dengan pendididkan.
            Kebijakan yang berupa desentralisasi pendidikan dalam bentuk MBS diyakini dapat meningkatkan efisiensi, relevansi, pemerataan, dan mutu pendidikan serta memenuhi asas keadilan dan demokratisasi. Hasil studi menunjukkan bahwa ada potensi yang memungkinkan yang meliputi beberapa aspek yaitu :         
       a.  Anggaran sekolah.
b.  SDM.
c.  Sarana prasarana sekolah.
d.  Manajemen sekolah.
e. Partisipasi oaring tua siswa.
f.   Akuntabilitas penyelenggaraan.

            Untuk mencapai tujuan desentralisasi pendidikan, pemerintah perlu melakukan restrukturisasi dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama yang berkenaan dengan struktur kelembagaan pendidikan, mekanisme pengambilan keputusan, dan manajemen pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah. Sejalan dengan itu, pemerintah perlu menyiapkan landasan hukum dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, dan keputusan mentri untuk melaksanakan desentralisasi pendidikan agar sesuai dengan jiwa dan semangat otonomi daerah dan perlunya penyelenggaraan organisasi pendidikan yang baik transparan serta akuntabel.


            Akuntansi memberikan informasi keuangan dalam menunjang proses pengambilan kebijakan. Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan.
Peran dan fungsi akuntansi dalam lingkungan dunia pendidikan :
1.      Kepala Sekolah
Kepala Sekolah menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan sekolah yang dipimpinnya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh Kepala Sekolah berdasarkan informasi akuntansi adalah menentukan peralatan apa yang sebaiknya dibeli, berapa persediaan ATK yang harus ada di bagian perlengkapan, dan lain-lain.

2.      Guru dan Karyawan
Guru dan Karyawan mewakili kelompok yang tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas di institusi pendidikan (sekolah). Ini berarti kelompok tersebut juga tertarik dengan informasi penilaian kemampuan sekolah dalam memberikan bals jasa, manfaat pension, dan kesempatan kerja.

3.      Kreditor / Pemberi Pinjaman
Kreditor atau pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. ( Hal ini berlaku apabila ada kasus sekolah yang memerlukan kreditor )

4.      Orang Tua Siswa
Para orang tua siswa berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup institusi pendidikan, terutama perjanjian jangka panjang dan tingkat ketergantungan sekolah.

5.      Supplier / Pemasok
Pemasok tertarik dengan informasi tentang kemungkinan jumlah terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.

6.      Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasanya berkepentingan terhadap alokasi sumber daya dan karena itu, berkepentingan dengan aktivitas sekolah. Informasi dasar ini dibutuhkan untuk mengatur aktivitas sekolah, menetapkan kebijakan anggaran, dan mendasari penyusunan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.
 
7.      Masyarakat
Institusi Pendidikan mempengaruhi anggota masyarakat dengan berbagai cara. Laporan Keuangan Institusi Pendidikan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi tentang kecenderungan dan perkembangan terakhir pengelolaan Keuangan Institusi Pendidikan serta rangkaian aktivitasnya.


Dalam situasi bagaimanapun Negara tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya terhadap pembiayaan pendidikan. Pada sisi lain, Negara melalui pemerintah harus terus mensosialisasikan pembiayaan pendidikan dengan mengacu pada standar baku, terutama tantang komponen pendidikan, proses belajar, mengajar, kurikulum, dan target kompetisi lulusan. Demikianlah, ini merupakan salah satu inti dari rekomendasi. Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi), yaitu sebuah konvensi empat tahunan bagi komunitas pendidikan yang diselenggarakan di Surabaya pada 5-9 Oktober 2004 lalu. Pembiayaan pendidikan harus ditata penggunaannya karena selain dari dana APBN/APBD, dana pendidikan juga bisa dipungut dari masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidikan. Dana yang bersumber dari APBN dan masyarakat harus diatur tentang pemungutannya, bagaimana menggunakannya kemudian bagaimana mempertanggung jawabkannya. Pengaturan tentang pengolaan pembiayaan pendidikan agar memiliki dasar hukum yang kuat perlu di atur setingkat Peraturan Pemerintah (PP)
Gambar Sumber Pendanaan.
Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang No. 20 tahun 2003 teantang Sisdiknas, dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan mendapat alokasi minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Daerah (APBN dan APBD). Pembiayaan pendidikan sebesra 20% itu memang seharusnya dipenuhi dari anggaran belanja dan bukan dari anggaran pendapatan. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah menjabarkan anggaran pendidikan 20% tersebut sesuai dengan jalurnya.
Sejumlah daerah memang mengklaim telah mengalokasikan 20 persen dan APBD untuk pendidikan. Akan tetapi, ternyata komponen gaji guru juga dimasukkan didalamnya, sehingga anggaran di tingkat sekolah menjadi sama saja. Di sekolah-sekolah negeri, sebagian besar dana yang dihimpun dari masyarakat juga dipergunakan unutk menambah kesejahteraan guru dan segala hal-hal yang tidak ada kaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan.

*        Asal Dana Pendidikan Pasal 46 UU No. 20 Tahun 2003:
Sistem Pendidikan Nasional
1.      Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah Daerah, dan masyarakat.
2.      Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat (4) Undang-undang Dasar Negara republic Indonesia tahun 1945.
3.      Ketentuan mengenai tanggung jawab pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah


Akibat kuatnya peran pemerintah pusat dalam penentuan kebijakan, pola pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat didasarkan pada alokasi anggaran yang telah ditetapksn dengan rincian kegiatan. Subsidi yang diberikan Pemerintah untuk sektor pendidikan selama ini masih jauh dari standar minimal. Subsidi yang diberikan pemerintah hanya merupakan 30 persen dari total biaya pendidikan, sedangkan 70 persen biaya pendidikan lainnya masih menjadi tanggung jawab masyarakat yang didominasi oleh sistem pembayaran tunai secara individual. Dampak dari keadaan tersebut adalah sulitnya menetapkan kebijakan kendali biaya dan juga memberatkan pemakai jasa pelayanan. Padahal, biaya pendidikan cenderung semakin meningkat dan menjadi tidak terjangkau apabila pola pembiayaan seperti diuraikan sebelumnya masih terus berlangsung.

*        Perhitungan alokasi pembiayaan untuk pendidikan gratis

Sumber pembiayaan pendidikan dasar gratis dapat berasal dari pemerintah dan pemerintah daerah. Jika ada kesempatan untuk melaksankan pendidikan dasar gratis, maka pemerintah pusat harus membiayai karena merupakan pemegang dana public terbesar dan birokrasinya masih sangat kuat.

Pendidikan, sebagai sebuah bidang yang tidak cepat menghasilkan sesuatu, kerap menjadi sedemikian termarjinalkan dibandingkan dengan sektor kehidupan lainnya yang lebih memberikan hasil yang cepat dan berbentuk. Namun, dengan mengesampingkan pendidikan, termasuk dalam hal pembiayaan pendidikan, diibaratkan seperti menanam bom waktu kehancuran bangsa pada beberapa decade ke depan. Lima tahun kedepan, tantangan paling berat yang dihadapi oleh bangsa ini adalah memenuhi tuntutan masyarakat akan pendidikan murah serta bermutu. Tuntutan ini bisa dipenuhi apabila ada sinergi positif antara masyarakat, orang tua, dan pemerintah.

A.                LAPORAN KEUANGAN
Gambaran dari sebuah laporan keuangan. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak yang berkepentingan . laporan keuangan menggambarkan pencapaian kinerja progam dan kegiatan, kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan, realisasi penyerapan belanja, dan realisasi pembiayaan. Bahwa ada beberapa komponen laporan keuangan yang sering muncul di surat kabar, yaitu Neraca, Laporan laba Rugi, Laporan erubahan Modal, sderta Laporan Arus Kas yang juga dilengkapi oleh catatan atas Laporan Keuangan, seperti pada annual report dan prospectus.

Neraca merupakan laporan yang memberikan gambaran utuh dari suatu entitas pada suatu titik waktu. Neraca akan menggambarkan elemen-elemen yang emnyususn entitas tersebut, sehingga neraca sering disebut sebagai potret posisi keuangan suatu entitas.



Betuk Neraca

……………..
Neraca
31 Desember 20xx
ASET
Asset lancer:
K a s                                                                                                          Rp. Xxx
         Piutang usaha                                                           Rp. Xxx
         Cadangan penghapusan piutang                              Rp. Xxx
         Persediaan                                                                                        Rp. Xxx
         Sewa dibayar dimuka                                                                      Rp. Xxx
         Asuransi dibayar dimuka                                                                 Rp. Xxx
                        Asset lancer total                                                              Rp. Xxx
Asset tetap:
         Tanah dan gedung                                                   Rp. Xxx
         Akumukasi depresiasi-gedung                                 Rp. Xxx
         Perlengkapan kantor                                                Rp. Xxx
         Akumulasi depresiasi-perlengkapan kantor             Rp. Xxx
               Asset tetap total                                                                         Rp. xxx
                        Asset total                                                                         Rp. Xxx
KEWAJIBAN dan EKUITAS
Kewajiban lancar:
         Utang biaya bunga                                                                           Rp. Xxx
         Uatng gaji dan honorarium                                                              Rp. Xxxx
         Utang pajak penghasilan                                                                  Rp. Xxx
                        Kewajiban lancar total                                                      Rp. Xxx
Kewajiban tangka panjang:
         Utang bank                                                                                      Rp. Xxx
Ekuitas pemegang saham:
         Modal saham                                                      Rp. Xxx
         Saldo Laba/Rugi                                                Rp. Xxx
                        Total ekuitas pemegang saham                                         Rp. Xxx
                        Total kewajiban dan ekuitas                                             Rp. Xxx

B.                 KESIMPULAN
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi, yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan yang sangat besar.

Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indicator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini unutk merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu, pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan diatas negeri ini dapat disatukan kembali.dari paparan diatas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa.

Demikian dan semoga bermanfaat.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori ASP dengan judul Akuntansi Dalam Dunia Pendidikan. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/akuntansi-dalam-dunia-pendidikan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: dodi tris - Kamis, 26 Juli 2012

1 Komentar untuk "Akuntansi Dalam Dunia Pendidikan"

  1. Selamat hari untuk semua warga negara Indonesia dan juga semua ASIA, nama saya Nyonya Nurliana Novi, tolong, saya ingin berbagi kesaksian hidup saya di sini di platform ini untuk semua warga negara Indonesia dan seluruh asia untuk berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Allah telah benar mendukung saya melalui ibu yang baik Nyonya Elina

     Setelah beberapa periode mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak terus, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp 15.000.000 dengan pemberi pinjaman yang berbeda.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya yang kemudian intorduce saya kepada Nyonya Elina, yang adalah pemilik dari sebuah perusahaan pinjaman global, jadi teman saya meminta saya untuk mengajukan permohonan dari Nyonya Elina, jadi saya mengumpulkan keberanian dan menghubungi Ny. Elina.

    Saya mengajukan pinjaman sebesar Rp500.000.000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua pengaturan dilakukan pada transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk pinjaman transfer saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi Mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima panggilan dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah Rp500.000.000. Saya sangat senang bahwa ALLAH akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang telah memberi saya keinginan hati saya.


    Mereka juga memiliki tim ahli yang akan menyarankan Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan bagaimana menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.


    Semoga ALLAH memberkati Ibu Elina untuk membuat hidup mudah bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk dapat menghubungi Ibu Elina melalui email: elinajohnson22@gmail.com untuk pinjaman Anda

    Ada perusahaan palsu lain online menggunakan kesaksian saya untuk mencapai keinginan egois mereka, saya adalah satu-satunya dengan kesaksian yang benar ini, ketika Anda menghubungi kemudian meminta mereka untuk bukti pembayaran di sana kepada ibu ,, harap berhati-hati dari orang-orang ini baik-baik saja

    Akhirnya saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya yang sebenarnya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    Satu lagi nama saya adalah mrs nurliana novi, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: nurliananovi96@gmail.com

    BalasHapus