Kumpulan referensi ilmu akuntansi

ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO

PENGERTIAN RETURN
*      Return adalah imbalan atas keberanian investor menanggung risiko, serta komitmen waktu dan dana yang telah dikeluarkan oleh investor.
*      Return juga merupakan salah satu motivator orang melakukan investasi.
*      Sumber-sumber return terdiri dari dua komponen:
                                                1. Yield
                                                2. Capital gains (loss)
*       Dengan demikian, return total investasi adalah:
                                Return total = yield + capital gains (loss)                               (4.1)

*      Risiko adalah kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang diharapkan.
*      Sumber-sumber risiko suatu investasi terdiri dari:
                1. Risiko suku bunga
                2. Risiko pasar
                3. Risiko inflasi
                4. Risiko bisnis
                5. Risiko finansial
                6. Risiko likuiditas
                7. Risiko nilai tukar mata uang
                8. Risiko negara (country risk)
*      Risiko juga bisa dibedakan menjadi dua jenis:
1.  Risiko dalam konteks aset tunggal.
Ø  Risiko yang harus ditanggung jika berinvestasi hanya pada satu aset saja.
2.  Risiko dalam konteks portofolio aset.
Ø  Risiko sistematis (risiko pasar/risiko umum).
Terkait dengan perubahan yang terjadi di pasar dan mempengaruhi return seluruh saham yang ada di pasar.
Ø  Risiko tidak sistematis (risiko spesifik).
Terkait dengan perubahan kondisi mikro perusahaan, dan bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi.

Untuk menghitung return yang diharapkan dari suatu aset tunggal kita perlu mengetahui distribusi probabilitas return aset bersangkutan, yang terdiri dari:
Ø  Tingkat return yang mungkin terjadi
Ø  Probabilitas terjadinya tingkat return  tersebut

MENGHITUNG RISIKO ASET TUNGGAL
*      Risiko aset tunggal bisa dilihat dari besarnya penyebaran distribusi probabilitas return. Ada dua ukuran risiko aset tunggal, yaitu:
@ Varians
                @ Deviasi standar
                               
*      Di samping ukuran penyebaran tersebut, kita juga perlu menghitung risiko relatif aset tunggal, yang bisa diukur dengan ‘koefisien variasi’.
*      Risiko relatif ini menunjukkan risiko per unit return yang diharapkan.     
*      Rumus untuk menghitung varians, standar deviasi, dan koefisien variasi adalah:
                                                Varians return   = s2            S [Ri – E(R)]2 pri                                                                  (4.5)
                                                Standar deviasi                 = s         = (s2)1/2                                                (4.6)
dimana:
                s2            = varians return                                                               
                s             = standar deviasi
                E(Ri)       = Return ke-i yang mungkin terjadi
                pri           = probabilitas kejadian return ke-I
                (R)          = Return yang diharapkan dari suatu sekuritas

*      Kelebihan investasi dalam bentuk portofolio dibanding aset tunggal adalah bahwa kita bisa mengurangi risiko tanpa harus mengurangi tingkat return yang diharapkan.
*      Logika yang dipakai dalam konsep portofolio hampir mirip dengan logika pengurangan risiko dalam prinsip asuransi, dimana perusahaan asuransi akan mengurangi risiko dengan membuat sebanyak mungkin polis asuransi.

DIVERSIFIKASI
*      Untuk menurunkan risiko portofolio, investor perlu melakukan ‘diversifikasi’, dengan membentuk portofolio sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi return yang diharapkan.
*       Diversifikasi bisa dilakukan dengan:
1.       Diversifikasi random.
Memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio secara acak.
2.       Diversifikasi model Markowitz.
 Memilih aset yang dimasukkan dalam portofolio berdasar berbagai informasi dan karakteristik aset.

DIVERSIFIKASI: MARKOWITZ
*      Kontribusi penting dari ajaran Markowitz adalah bahwa risiko portofolio tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua risiko aset-aset yang ada dalam portofolio, tetapi harus dihitung dari kontribusi risiko aset tersebut terhadap risiko portofolio, atau diistilahkan dengan kovarians.
*      Kovarians adalah suatu ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana return dari dua sekuritas dalam portofolio cenderung untuk bergerak secara bersama-sama.
*      Di samping ukuran kovarians, dalam perhitungan risiko portofolio kita juga harus memperhatikan besarnya korelasi antar aset.
*      Koefisien korelasi adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan pergerakan bersamaan relatif (relative comovements) antara dua variabel.
*      Dalam konteks diversifikasi, ukuran ini akan menjelaskan sejauhmana return dari suatu sekuritas terkait satu dengan lainnya.
*      Ukuran korelasi biasanya dilambangkan dengan (ri,j) dan berjarak (berkorelasi) antara +1,0 sampai –1,0, dimana:
*      Korelasi Vs manfaat pengurangan risiko:
1.       Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0) tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2.       Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi risiko portofolio secara signifikan.
3.       Korelasi Vs manfaat pengurangan risiko:
1.       Penggabungan dua buah sekuritas yang berkorelasi negatif sempurna (-1,0) akan menghilangkan risiko kedua sekuritas                tersebut.
2.       Dalam dunia nyata, ketiga jenis korelasi ekstrem tersebut (+1,0; 0,0; dan –1,0) sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, investor tidak akan bisa menghilangkan  sama sekali risiko portofolio. Hal yang bisa dilakukan adalah ‘mengurangi’ risiko portofolio.

ESTIMASI RETURN PORTOFOLIO
*      Return yang diharapkan dari suatu portofolio bisa diestimasi dengan menghitung rata-rata tertimbang dari return yang diharapkan dari masing-masing aset individual yang ada dalam portofolio.
ESTIMASI RISIKO PORTOFOLIO
*      Dalam menghitung risiko portofolio, ada tiga hal yang perlu ditentukan, yaitu:
                1. Varians setiap sekuritas
                2. Kovarians antara satu sekuritas dengan sekuritas lainnya
                3. Bobot portofolio untuk masing-masing sekuritas

MODEL INDEKS TUNGGAL
*      Perhitungan risiko portofolio dengan model Markowitz seperti dalam tabel di atas, tampaknya tetap saja rumit, terutama jika jumlah aset (n) sangat banyak.
*      Untuk itu, W. Sharpe menemukan model indeks tunggal, yang mengkaitkan perhitungan return setiap aset pada return indeks pasar, atau ditulis dengan rumus berikut:
                                                Ri = ai + bi RM + ei
*      Penghitungan risiko yang mempengaruhi return sekuritas dalam model indeks tunggal melibatkan dua komponen utama, yaitu:
1.       Komponen risiko yang mempengaruhi return sekuritas yang terkait dengan keunikan perusahaan; dilambangkan dengan aI
2.       Komponen risiko yang mempengaruhi   return yang terkait dengan pasar; dilambangkan dengan bI

               
Demikian tentang RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTOFOLIO semoga bermanfaat.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Portofolio dengan judul ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/analisis-investasi-dan-manajemen.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: dodi tris - Rabu, 25 Juli 2012

Belum ada komentar untuk "ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO"

Posting Komentar