Kumpulan referensi ilmu akuntansi

AUDIT KINERJA

Sebelum melakukan audit, auditor terlebih dahulu harus memperoleh informasi umum organisasi guna mendapatkan pemahaman yang memadai tentang lingkungan organisasi yang diaudit, struktur organisasi, misi organisasi, proses kerja serta sistem informasi dan pelaporan. Pemahaman lingkungan masing-masing organisasi akan memberikan dasar untuk memperoleh penjelasan dan analisis ynag lebih mendalam mengenai sistem pengendalian manajemen.
Berdasarkan hasil analisis terhadap kelemahan dan kekuatan sistem pengendalian dan pemahaman mengenai keluasan (scope), validitas dan reabilitas informasi kinerja yang dihasilkan oleh entitas/organisasi, auditor kemudian menetapkan kriteria audit dan mengembangkan ukuran-ukuran kinerja yang tepat. Berdasarkan rencana kerja yang telah dibuat, auditor melakukan pengauditan, mengembangkan hasil-hasil temuan audit dan membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil temuan kemudian dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan yang disertai dengan rekomendasi yang diusulkan oleh auditor. Pada akhirnya, rekomendasi-rekomendasi yang diusulkan oleh auditor akan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang.
Struktur audit kinerja terdiri atas:
1.      Tahap pengenalan dan perencanaan
2.      Tahap pengauditan
3.      Tahap pelaporan, dan
4.      Tahap penindaklanjutan.
Tahap-tahap audit kinerja dan elemen masing-masing tahap
1.      Pada tahap pengenalan dilakukan survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen. Pekerjaan yang dilakukan pada survei pendahuluan dan review sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian yang detail yang dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja dan mengembangkan temuan berdasarkan perbandingan antara kinerja dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.      Pada tahap pengauditan dalam audit kinerja terdiri dari tiga elemen, yaitu telaah hasil-hasil program, telaah ekonomi dan efisiensi dan telaah kepatuhan. Tahapan-tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai tujuan audit kinerja. Review hasil-hasil program akan membantu auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar. Review ekonomis dan efisiensi akan mengarahkan auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar secara ekonomis dan efisien. Review kepatuhan akan membantu auditor untuk menentukan apakah entitas telah melakukan segala sesuatu dengan cara-cara yang benar, sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku. Masing-masing elemen tersebut dapat dijalankan sendiri-sendiri atau secara bersama-sama, tergantung pada sumber daya yang ada dan pertimbangan waktu.
3.      Pada tahap pelaporan merupakan tahapan yang harus dilaksanakan karena adanya tuntutan yang tinggi dari masyarakat atas pengelolaan sumber daya publik. Hal tersebut menjadi alasan utama untuk melaporkan keseluruhan pekerjaan audit kepada pihak manajemen, lembaga legislatif dan masyarakat luas. Penyampaian hasil-hasil pekerjaan audit dapat dilakukan secara formal dalam bentuk laporan tertulis kepada lembaga legislatif maupun secara informal melalui diskusi dengan pihak manajemen. Namun demikian, akan lebih baik bila laporan audit disampaikan secara tertulis, karena pengorganisasian dan pelaporan temuan-temuan audit secara tertulis akan membuat hasil pekerjaan yang telah dilakukan menjadi lebih permanen. Selain itu, laporan tertulis juga sangat penting untuk akuntabilitas publik. Laporan tertulis merupakan ukuran yang nyata atas nilai sebuah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor. Laporan yang disajikan oleh auditor merupakan kriteria yang penting bagi kesuksesan atau kegagalan pekerjaannya.
4.      Pada tahapan yang terakhir adalah tahap penindaklanjutan, dimana tahap ini didesain untuk memastikan/memberikan pendapat apakah rekomendasi yang diusulkan oleh auditor sudah diimplentasikan. Prosedur penindaklanjutan dimulai dengan tahap perencanaan melalui pertemuan dengan pihak manajemen untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi organisasi dalam mengimplementasikan rekomendasi auditor. Selanjutnya, auditor mengumpulkan data-data yang ada dan melakukan analisis terhadap data-data tersebut untuk kemudian disusun dalam sebuah laporan.
IKHTISAR
Tujuan Value For Money adalah untuk meningkatkan akuntabilitas lembaga sector public dan untuk perbaikan kinerja pemerintahan. Audit kinerja yang meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektifitas, pada dasarnya merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. Audit ekonomi dan efisiensi terutama bertujuan untuk menentukan apakah suatu entitas telah memperoleh, melindungi, dan menggunakan sumber dayanya( seperti karyawan, gedung, ruang, dan peralatan kantor) secara ekonomis dan efisien serta unutk menemukan penyebab terjadinya praktik0praktik yang tidak ekonomis atau tidak efisien, termasuk ketidakmampuan otganisasi dalam mengelola system informasi, prosedur, administrasi, dan organisasi.
            Kelemahan dalam melakukan audit pemrintahan Indonesia adalah pertama kelemahan bersifat melekat (inherent) karena tidak adanya indicator/criteria kinerja yang memadai sebagai dasar unutk mengukur kinerja pemerintahan, dan belum adanya standar akuntansi keuangan pemerintah yang baku. Kedua, terkait dengan masalah struktur lembaga audit pemerintah pusat dan daerah-daerah di Indonesia karena banyaknyalembaga pemeriksa fungsional yang overlapping satu dengan sehingga menyebabkan pelaksanaan pengauditan tidak efisien dan efektif. Oleh sebab itu, perlu reposisi lembaga pemerintah dengan adanya auditor internal dan eksternal unutk membedakan peran masing-masing reposisi akan efektif jika masing-masing menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.
                Masalah mendasar dalam audit kinerja adalah belum adanya indicator kinerja (criteria audit) yang pasti bagi setiaporganisasi. Hal ini wajar mengingat output dari suatu progam belum tentu dapat diukur dengan pasti. Kesulitan pengukuran kinerja juga dimungkinkan bila suatu progam dalam pelaksanaannya memakan waktu lebih dari satu tahun. untuk tujuan audit kinerja tahun tertentu, ada kemungkinan organisasi kesulitan unutk menentukan ukuran keberhasilan ataupun kegagalan progam tersebut.


Demikian sedikit tentang audit kinerja semoga bermanfaat.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori ASP dengan judul AUDIT KINERJA. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/audit-kinerja.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: dodi tris - Kamis, 26 Juli 2012

1 Komentar untuk "AUDIT KINERJA"

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus