Kumpulan referensi ilmu akuntansi

Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba

Komponen Laporan Keuangan Organisasi NirlabaIAI (2004) di dalam PSAK Nomor 45 menjelaskan bahwa komponen laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi :
Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu.
Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi , kreditur, dan pihak-pihak lain untuk menilai:
a.    Kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan; dan
b.    Likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, dan
kebutuhan pendanaan eksternal.
Laporan posisi keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan, menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas, fleksibilitas keuangan, dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. Laporan keuangan mencakup organisasi secara keseluruhan dan harus menyajikan total aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih.
2.    Laporan Aktivitas
Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai:
a.    Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva
bersih.
b.    Hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain.
c.     Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau
jasa.
Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi kreditur dan pihak lainnya untuk:
Penerapan PSAK No. 45            (Nurdiono)
a.     Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode.
b.     Menilai upaya, kemampuan dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa
c.     Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.
Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen, terikat temporer, dan tidak terikat dalam suatu periode. Laporan aktivitas juga menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Di samping itu, organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Misalnya, berdasarkan gaji, sewa, listrik, bunga, penyusutan.
3.   Laporan Arus Kas
Tujuan laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.
Dalam penyajiannya, laporan arus kas organisasi nirlaba disajikan sesuai PSAK Nomor 2 tentang Laporan Arus Kas (IAI, 2004). Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini:
a.     Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto
dan pengeluaran kas bruto diungkapkan.
b.     Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan
mengkoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan
(deferral) atau
akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa
depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi
atau pendanaan.
Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas.
Selain hal-hal yang tercantum dalam PSAK Nomor 2 tersebut, laporan arus kas organisasi nirlaba mendapat tambahan sebagui berikut:
a.   Aktivitas pendanaan:
1.       Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang;
2.       Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap, atau peningkatan dana abadi (endowment).
3.      Bunga dan dividen yang dibatsai penggunaannya untuk jangka panjang.
b.   Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.
Adalah penjelasan yang dilampirkan besama-sama dengan laporan keuangan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan neraca, perhitungan laba/rugi, laporan perubahan modal, laporan perubahan posisi keuangan.
Biasanya Catatan atas Laporan Keuangan memuat hal-hal berikut (Widodo dan Kustiawan, 2001):
-         Informasi umum mengenai lembaga
-         Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
-         Penjelasan dari setiap akun yang dianggap memerlukan rincian lebih lanjut
-         Kejadian setelah tanggal neraca
-          Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.

itulah sedikit informasi tentang Komponen Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba semoga bermanfaat.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori laporan keuangan dengan judul Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/komponen-laporan-keuangan-organisasi.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: dodi tris - Selasa, 10 Juli 2012

Belum ada komentar untuk "Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba"

Posting Komentar